Peran Guru Dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran

Posted on

Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran

Ada tiga hal pokok yang akan dipelajari

  1. Hakikat Proses Pembelajaran
  2. Prosedur Pengembangan Rencana Pembelajaran; dan
  3. Rancangan Unit Pembelajaran

 

HAKIKAT PROSES PEMBELAJARAN

Proses pembelajaran sebagai proses implementasi kurikulum. Menutut guru untuk mengartikulasikan kurikulum/bahan ajar serta mengembangkan dan mengimplementasikan program-program pembelajaran dalam suatu tindakan yang akurat dan adekuat.

 

Pembelajaran sebagai Inkuiri Refleksi

Pendidikan dipandang sebagi kata benda , berarti bahwa pendidikan itu adalah sesuatu yang telah diperoleh. Sedangkan jika dipandang sebagai kata kerja, pendidikan adalah proses inkuiri yang berkelanjutan.

Sebagai proses inkuiri reflektif, pembelajaran mengandung makna sebagai proses sintesis dan analisis. Inkuiri dalam pembelajaran mengandung makna mempertanyakan, menjelajahi lebih jauh, dan memperluas pemahaman tentang situasi. Sedangkan refleksi mengimplikasikan adanya dugaan, penilaian, dan pertimbangan faktor-faktor yang signifikan terhadap pencapaian tujuan.

Proses pembelajaran sebagai inkuiri refleksi sangat menekankan unsur aktivitas dan dinamika proses yang harus dipahami dan dihayati guru.

Proses pembelajaran sebagai inkuiri reflektif akan menempatkan guru sebagai :

  1. Individu yang secara terus-menerus aktif belajar. Anda juga berperan sebagi siswa;
  2. seorang guru yang menantang siswanya untuk menjadi pelajar yang reflektif;
  3. seorang profesional yang secara terus-menerus merefleksikan keefktifan nya sebagai guru; serta
  4. seorangprofesional yang selalu meningkatkan kemampuan profesionalnya.

 

Perkembangan sebagai Tujuan Pembelajaran

Dalam kaitan dengan perkembangan peserta didik, proses pembelajaran memiliki fungsi :

  1. Pengembangan, yakni membantu peserta didik mengembangkan diri sesuai dengan potensi dan keunikannya;
  2. peragaman, yaitu membantu peserta didik memilih arah perkembangan yang tepat sesuai dengan potensi dan peluang yang diperolehnya;
  3. Integrasi, yaitu membawa keragaman perkembangan ke arah dan tujuan yang sesuai dengan eksistensi kehidupan manusia.

 

PROSEDUR PENGEMBANGAN RANCANGAN PEMBELAJARAN

Kegiatan dalam menyusun rancangan-rancangan ini akan mencakup :

  1. Analisis Kurikulum;
  2. Penyiapan Tujuan Instruksional;
  3. Kegiatan yang diarahkan untuk mencapai tujuan; dan
  4. perencanaan Evaluasi.

Analisis Kurikulum

Ada Tiga hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisis kurikulum, yaitu :

  1. Total waktu yang anda miliki untuk menangani topik-topik utama yang harus di ajarkan.
  2. Asumsi-asumsi yang anda gunakan tentang pengetahuan dan ketrampilan awal peserta didik untuk memulai mempelajari topik-topik baru.
  3. Tujuan umum yang dirumuskan untuk siswa

Tujuan Pembelajaran

Ada empat tipe tujuan pembelajaran

  1. Tujuan keprilakuan, rumusan tujuan yang ada dalam bentuk perilaku siswa yang dapat diobservasi, diukur, dan diuji bahwa siswa sudah menguasai dengan baik perilaku yang harus dicapai secara khusus.
  2. Tujuan pemecahan masalah, merumuskan pembelajaran siswa dalam proses untuk menggunakan pikiran melalui pengkajian isu yang tak memiliki pemecahan spesifik.
  3. Tujuan Ekspresif, merumuskan pembelajaran siswa kedalam tingkat pengalaman tinggi yang bermakna secara individual apakah sebelumnya sudah diantisipasi atau belum.
  4. Tujuan afektif, ada kesamaan dengan tujuan ekspresif , hanya tujuan afektif lebih terfokus kepada respons-respons emosional terhadap kurikulum dan pengajaran.

Rancangan Kegiatan

  • Kegiatan awal
  • Memperkenalkan topik baru kepada siswa, dan perlu diingat bahwa siswa harus dibantu memahami topik itu dalam konteks keseluruhan pengajaran.Rancangan untuk kegiatan inti pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dikehendaki mampu menumbuhkan dan mengembangkan  hal-hal berikut :
  1. Mengantarkan siswa kepada informasi atau ketrampilan baru.
  2. Mendorong siswa untuk mengkaji ulang atau menafsirkan ulang informasi atau ketrampilan yan sudah dipelajari sebelumnya.
  3. memungkinkan siswa mampu melihat kekurangan pada proses belajar sebelumnya dan mengisi kekurangan itu.
  4. Mendorong siswa untuk mengembangkan atau memperkuat proses-proses fisik, kognitif, sosial, maupun afektif.
  5. Mendorong siswa untuk menghasilkan, mengorganisasikan dan menyatakan informasi baru itu dalam cara-cara yang kreatif.
  6. Mendorong siswa untuk memperkirakan dan memikirkan gagasan yang belum dikembangkan serta masalah yang belum terpecahkan.
  • Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup, guru membimbing sisa untuk merumuskan ikhtisar yang bertujuan untuk :

  1. Mengkaji ulang butir-butir penting dari isi dan kegiatan pembelajaran;
  2. memungkinkan siswa merefleksikan pembelajaran dan menggambarkan kumpulan dari pengalaman pembelajaran; serta
  3. Memberikan gambaran tentang pembelajaran yang akan datang.

Perencanaan Evaluasi

Semua kegiatan evaluasi disebut evaluasi sumatif, yaitu evaluasi yang merangkum seluruh hasil belajar siswa pada jangka waktu tertentu.

Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dimaksudkan untuk melihat kemajuan siswa pada saat kegiatan pembelajaran.

Evaluasi sumatif maupun formatif harus dirancang secara konsisten dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *