Pengertian dan Sumber Stress
Pengertian dan Sumber Stress

PENGERTIAN DAN SUMBER STRESS DALAM PEKERJAAN GURU

Posted on

PENGERTIAN DAN SUMBER STRESS DALAM PEKERJAAN GURU

Stres merupakan fenomena psikofisik yang bersifat manusiawi, dalam arti bahwa stres itu bersifat inheren dalam diri setiap orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Stres dialami oleh setiap orang, dengan tidak mengenal jenis kelamin, usia, kedudukan, jabatan atau status sosial ekonomi.

  • Stres dapat memberikan dampak positif dan negatif

Dampak Positif, yaitu mendorong individu untuk melakukan sesuatu, membangkitkan kesadaran dan menghasilkan pengalaman baru.

Dampak Negatif, yaitu menimbulkan perasaan-perasaan tidak percaya diri, penolakan, marah, atau depresi; dan memicu berjangkitnya penyakit sakit kepala, sakit perut, insomnia, tekanan darah tinggi, atau stroke.

Menurut Dadang Hawari ( 1997 : 44-45 ) Istilah stres tidak dapat dipisahkan dari distres dan depresi karenasatu sama lainnya saling terkait.

Stres merupakan reaksi fisik terhadap permasalahan kehidupan yang dialaminya; dan apabila ada fungsi organ dalam tubuh yang terganggu dinamakan Distres, sedangkan depresi merupakan reaksi kejiwaan terhadap stressor yang dialaminya.

Menurut A. Baum ( Shelley E. Taylor, 2003 )

Stres sebagai pengalaman emosional yang negative yang disertai perubahan-perubahan biokimia, fisik, kognitif, dan tingkahlaku yang diarahkan untuk mengubah peristiwa stress tersebut atau mengakomodasi dampak-dampaknya.

STRES PADA SETIAP PERIODE KEHIDUPAN

  1. Stres pada Masa Bayi

Situasi stress pada bayi umumnya merupakan pengaruh lingkunga yang tidak ramah ( unfamiliar ), dan adanya keharusan untuk menyesuaikan diri dengan tntutan atau peraturan orang tua.

  1. Stres pada Masa Anak

Stres pada anak-anak biasanya bersumber dari keluarga, sekolah, atau teman mainnya.

  1. Stres pada Masa Remaja

Remaja merupakan masa stress dalam perjalan hidup seseorang. Yang menjadi sumber utama stres pada masa ini adalah konflik atau pertentangan antara dominasi, peraturan atau tuntutan orang tua dengan kebutuhan remaja untuk bebas, atau independen dari peraturan.

  1. Stres pada Masa Dewasa

Stres yang dialami orang dewasa pada umumnya bersumber  dari factor-faktor; kegagalan perkawinan, ketidak harmonisan hubungan dalam keluarga, masalah nafkah hidup atau kehilangan pekerjaan ( seperti di PHK ), ketidak puasan dalam seks, penyimpangan seksual suamiatau istri, perselingkuhan suami atau istri, keadaan hamil, menopause, gangguan kesehatan fisik, dan anak yang nakal.

GEJALA STRES

  1. Gejala Fisik, diantaranya; sakit kepala, sakit lambung, hipertensi, sakit jantung, insomnia dan sebagainya.
  2. Gejala Psikis, diantaranya; gelisah atau cemas, kurang dapat berkonsentrasi belajar atau bekerja, sikap apatis ( masa bodoh ), sikap pesimis, hilang rasa humor, bungkam seribu bahasa, malas belajar dan sebagainya.

SUMBER ATAU PEMICU STRES ( STRESSOR )

FAKTOR PEMICU STRES

  1. Stressor Fisik – Biologik, seperti: penyakit yang sulit disembuhkan, cacat fisik atau berfungsinya salah satu organ tubuh.
  2. Stressor Psikologik, seperti: Negative thinking atau berburuk sangka, frustrasi ( kekecewaan karena gagal memperoleh sesuatu yang diinginkan ), Hasad ( Iri hati atau dendam ), sikap permusuhan, perasaan cemburu, konflik pribadi, dan keinginan yang di luar kemampuan.
  3. Stressor sosial :
    1. Iklim kehidupan keluarga, Seperti : Broken Home, perceraian, suami atau istri selingkuh, suami istri meninggal,anak yang nakal.
    2. Faktor pekerjaan, seperti kesulitan mencari pekerjaan, kena PHK, perselisihan dengan atasan, dan penghasilan tidak sesuai dengan tuntutan kebutuhan sehari-hari.
    3. Iklim Lingkungan, seperti maraknya kriminalitas, tawuran antar kelompok, kemarau panjang, udara yang sangat panas/dingin, suara bising, polusi udara, lingkungan yang kotor, atau kondisi perumahan yang buruk, kemacetan lalulintas, bertempat tinggal di daerah banjir atau rentan longsor, dan kehidupan politik dan ekonomi yang tidak stabil.

Greenwood III dan Greenwood Jr. ( 1976: 52-109 ) mengemukakan bahwa tubuh manusia merupakan sistem terbuka, yang dilengkapi dengan mekanisme homeostatik, yaitu kecenderungan untuk senantiasa memelihara kestabilan organisme, terutama setelah organisme mengalami gangguan.

Faktor-faktor yang mengganggu kestabilan ( stres ) organisme berasal dari dalam maupun dari luar. Faktor yang berasal dari dalam diri organisme adalah biologis dan psikologis, sedangkan dari luar adalah faktor lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *