Kompetensi Guru
Kompetensi Guru

Kompetensi Kepribadian, Sosial, dan Profesi Guru Bag 2

Posted on

KOMPETENSI KEPRIBADIAN, SOSIAL, DAN PROFESI GURU

KOMPETENSI SOSIAL GURU

Manusia merupakan makhluk social ( Zoon Politicon ) menurut Aristoteles adalah makhluk yang senantiasa ingin hidup berkelompok.

Kompetensi social guru merupakan kemampuan guru untuk memahami dirinya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan mampu mengembangkan tugas sebagai anggota masyarakat dan warga negara

Peran dan Fungsi Guru

  1. Motivator dan Inovator dalam Pembangunan Pendidikan

Sebagai Ilustrasi guru yang berada di desa berperan sebagai agen perubahan di masyarakat berusaha aktif dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat desa dengan senantiasa memberikan motivasi kepada masyarakat untuk ikut serta menyukseskan program wajib belajar dan mendorong mereka untuk tetap meyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

  • Perintis dan Pelopor Pendidikan

Sebagai contoh kepeloporan yang dilakukan guru dalam kegiatan penggalangan dana dari masyarakat yang mampu untuk memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi yang kurang mampu di sekolahnya.

  • Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pengetahuan

Sebagai seorang guru yang memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan dituntut untuk senantiasa berusaha melakukan  berbagai penemuan khususnya berkaitan  dengan permasalahan pendidikan yang ada di masyarakatsehingga diharapkan dengan penemuannya dapat di lakukan pencarian solusinya secara individu maupun kelembagaan.

  • Pengabdian

Menyadari akan tuntutan yang demikian besar terhadap tanggung jawab guru di masyarakat.

Achmad Sanusi (1991) mengungkapkan kompetensi sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru.

Menurut D. T. Amijaya (1984) kompetensi kemasyarakatan atau kompetensi sosial seorang guru, sudah barang tentu berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. Ia terwujud dalam bentuk partisipasi sosial seorang guru dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat di mana ia berada, baik secara formal maupun informal.

Jenis-jenis kompetensi sosial yang harus dimilki guru menurut Cece Wijaya (1994) adalah sebagai berikut .

  1. Terampil Berkomunikasi dengan Peserta Didik dan Orang Tua Peserta Didik
  2. Bersikap Simpatik
  3. Dapat Bekerja Sama dengan Dewan Pendidikan/Komite Sekolah
  4. Pandai Bergaul dengan Kawan Sekerja dan Mitra Pendidikan
  5. Memahami Dunia Sekitarnya (Lingkungan)

Kemampuan menguasai bahan bidang studi menurut Wijaya (1982) adalah kemampuan mengetahui, memahami, mangaplikasikan, menganalisis, menyintesiskan, dan mengevaluasi sejumlah pengetahuan keahlian yang diajarkannya.

Ada dua hal dalam menguasai bahan bidang studi :

  1. Menguasai bahan bidang studi dan kurikulum sekolah
  2. Menguasai bahan pendalaman/aplikasi bidang studi.

Secara rinci, menurut Sciever (1991) : kemampuan mengelola program belajar mengajar dapat dilakukan dengan cara berikut ini :

  1. Merumuskan tujuan intruksional.
  2. Mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar
  3. Memilih dan menyusun prosedur intruksional yang tepat
  4. Melaksanakan program belajar mengajar
  5. Mengenal kemampuan (entry behavior) anak didik
  6. Merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial

Jenis kemampuan yang perlu dimiliki guru adalah :

  1. Mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran
  2. Menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif

Ada enam jenis kemampuan memahami media dan sumber belajar, menurut Cece Wijaya (1994) yaitu :

  1. Mengenal, memilih dan menggunakan media
  2. Membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana
  3. Menggunakan dan mengelola laboraturium dalam rangka proses belajar mengajat
  4. Khusus untuk guru IPA, dapat mengembangkan laboraturium
  5. Menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar

Kemampuan menguasai landasan-landasan kependidikan berkaitan dengan kegiatan sebagai berikut :

  1. Mempelajari konsep dan masalah pendidikan dan pengajaran dengan sudut tinjauan sosiologis, filosofis, historis dan psikologis
  2. Mengenal fungsi sekolah sebagai lembaga sosial yang secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antar sekolah dan masyarakat
  3. Mengenal karakteristik peserta didik baik secara fisik maupun psikologis

Dalam setiap pekerjaan evaluasi ada tiga sasaran yang hendak dicapai, yaitu :

  1. Prestasi berupa pernyataan dalam bentuk angka dan nilai tingkah laku
  2. Prestasi mengajar berupa pernyataan lingkungan yang mengamatinya melalui penghargaan atas prestasi yang dicapainya, serta
  3. Keunggulan program yang dibuat guru, karena relevan dengan kebutuhan peserta didik dan lingkungannya

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam menilai prestasi peserta didik untuk kepentingan pengajaran adalah sebagai berikut :

  1. Mempelajari fungsi penilaian
  2. Mempelajari bermacam-macam teknik dan prosedur penilaian
  3. Menyusun teknik dan prosedur penilaian
  4. Mempelajari kriteria pemilihan teknik dan prosedur penilaian
  5. Menggunakan teknik dan prosedur penilaian
  6. Mengolah dan menginterpretasi hasil penilaian
  7. Menggunakan hasil-hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar
  8. Menilai teknik dan prosedur penilaian
  9. menilai keefektifan program pengajaran

Menurut Nawawi (1989), diharapkan guru membantu kepala sekolah dalam menghadapi berbagai kegiatan pendidikan lainnya yang digariskan dalam kurikulum, guru perlu memahami pula prinsip-prinsip dasar tentang organisasi dan pengelolaan sekolah, bimbingan dan penyuluhan termasuk bimbingan karier, program kokurikuler dan ekstrakurikuler, perpustakaan sekolah serta hal-hal yang terkait.

Metode dan pendekatan setiap bidang studi berbeda-beda. Menurut Reynold (1990) metode dan pendekatan berfikir keilmuan bermuara pada titik tumpu yang sama. Oleh karena itu, untuk dapat menguasai metode dan pendekatan bidang-bidang studi, guru harus menguasai metode berfikir ilmiah secara umum

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru harus terus menerus mengembangkan dirinya agar wawasannya menjadi luas sehingga dapat mengikuti perubahan dan perkembangan profesinya yang didasari oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Ada dua hal yang perlu dimiliki dalam memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik :

  1. Mengenal fungsi dan program layanan dan penyuluhan di sekolah
  2. Menyelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah

Guru perlu mengikuti perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan dan pengajaran, terutama hal-hal yang menyangkut pelaksanaan tugas-tugas pokoknya di sekolah. Setiap guru perlu memiliki kemampuan untuk memahami hasil-hasil penelitian itu dengan tepat sehingga mereka perlu memiliki wawasan yang memadai tentang prinsip-prinsip dasar dan cara-cara melaksanakan penelitian pendidikan.

Kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :

  1. Mempelajari dasar-dasar penggunaan metode ilmiah dalam penelitian pendidikan
  2. Mempelajari teknik dan prosedur penelitian pendidikan terutama sebagai konsumen hasil-hasil penelitian pendidikan
  3. Menafsirkan hasil-hasil penelitian untuk perbaikan pengajaran
  4. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran

Menurut Rochman Natawijaya (1987:7), pemahaman yang dimaksud mencakup pemahaman tentang kepribadian murid serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya, motivasi dan kesehatan mental peserta didik, tugas-tugas perkembangan yang perlu dipenuhi pada tingkat-tingkat usia tertentu, serta fase-fase perkembangan yang dialami mereka.

Menurut Ary Gunawan (1989) guru diharapkan :

  1. Mengenal secara baik pengadministrasian sekolah
  2. Membantu dalam melaksanakan kegiatan administrasian sekolah
  3. Mengatasi kelangkaan sumber belajar bagi dirinya dan bagi sekolah, serta
  4. Membimbing peserta didik merawat alat-alat pelajaran dan sumber belajar yang tepat.

Untuk lebih memahami penyelenggaraan administrasi sekolah, guru dapat melakukan kegiatan-kegiatan antara lain :

  1. Mempelajari struktur organisasi dan administrasi persekolahan
  2. Mempelajari fungsi dan tanggung jawab administrasi guru, kepala sekolah, dan kantor-kantor dinas pendidikan
  3. Mempelajari peraturan-peraturan kepegawaian pada umumnya dan peraturan kepegawaian guru pada khususnya
  4. Menyelenggarakan administrasi sekolah, serta
  5. Mempelajari prinsip-prinsip dan prosedur pengelolaan program akademik.

Seorang guru diharapkan berperan sebagai inovator atau agen perubahan maka guru perlu memiliki wawasan yang memadai mengenai berbagai inovasi dan teknologi pendidikan yang pernah dan mungkin dikembangkan pada jenjang pendidikan.

Guru harus memiliki kemampuan mengambil keputusan pendidikan agar ia tidak terombang-ambing dalam ketidakpastian.

Guru dituntut untuk dapat bekerja teratur,tahap demi tahap, tanpa menghilangkan kreativitasnya.

Guru harus pandai membuat program kegiatan dengan durasi dan frekuensi yang tepat.

Hubungan Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar

Dilihat dari sudut isi materi, bahan ajar dapat digolongkan ke dalam empat jenis, seperti berikut :

  • Fakta

Fakta adalah bahan yang isinya terdiri atas sejumlah fakta atau informasi yang kebenarannya tidak dapat diragukan lagi untuk diperdebatkan.

  • Konsep

Konsep adalah bahan bidang studi yang isinya berupa gagasan

  • Prinsip

Prinsip adalah tuntunan praktis bagi terselenggaranya perbuatan tertentu seperti dalam belajar mengajar

  • Keterampilan

Keterampilan terdiri dari ketermapilan-keterampilan tertentu yang harus dikuasai

  • Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah adalah bahan bidang studi yang mengandung unsur pemacahan masalah

  • Proses

Proses adalah bahan yang melukiskan proses terjadinya sesuatu seperti proses terjadinya perubahan warna

Jenis bahan bidang studi berdasarkan cara pengoperasiannya terbagi ke dalam empat jenis, seperti berikut :

  • Bahan Bidang Studi Linier

Karakteristik bahan bidang studi linier disusun secara berurutan dari yang mudah kepada yang sukar atau dari yang sederhana kepada yang kompleks

  • Bahan Bidang Kumulatif

Bahan bidang studi ini tidak dapat disusun dalam serangkaian tingkatan yang berseri seperti pada bahan bidang studi linier

  • Bahan Bidang Studi Praktikal

Pendekatan untuk mempelajari bahan bidang studi praktikal adalah dengan drill atau pelatihan

  • Bahan Bidang Studi Eksperiensial

Bahan bidang studi ini erat kaitannya dengan bahan bidang studi praktikal, hanya di sini lebih menekankan unsut kreativitas.

Alasan pengembangan dalam pemilihan bahan ajar adalah sebagai berikut :

  1. Bahan bidang studi itu harus diseleksi dan disesuaikan dengan kebutuhan. Cara memilihnya dilakukan dengan cermat dan mempergunakan kriteria tertentu
  2. Bahan bidang studi yang tidak relevan dengan kebutuhan diganti dengan yang baru. Penggantian ini dilakukan atas dasar perkembangan pengetahuan dan teknologi. Bahan bidang studi itu bersifat fundamental dan terbaru
  3. Bahan bidang studi yang makin bertambah itu harus dipelajari melalui berbagai media komunikasi. Media dengar, media lihat dan media gerak perlu diperluas. Proses belajar tidak terbatas di ruang kelas, tetapi juga di luar kelas, bahkan sampai di luar sekolah
  4. Bahan bidang studi yang makin bertambah itu dipelajari melalui berbagai pendekatan, baik pendekatan metode penyampaian pelajaran maupun media pembelajaran yang digunakannya.

Ada beberapa cara dalam penyampaian bahan bidang studi, antara lain sebagai berikut :

  1. Mengganti bahan bidang studi yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu dan teknologi dengan bahan bidang studi baru, misalnya pelajaran menulis halus diganti dengan pelajaran menulis tegak tanpa tipis tebal
  2. Mengembangkan sistem pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak, misalnya dalam pelajaran matematika, digalakkan pendekatan himpunan
  3. Menerapkan prinsip belajar modern seperti cara-cara belajar siswa aktif. Kedudukan siswa sebagai penerima bahan pelajaran bergeser menjadi pengolah bahan pelajaran
  4. Memilih dan menggunakan metode dan media yang bervariasi. Pemakaian metode belajar mengajar pemecahan masalah ditingkatkan.

Beberapa kriteria di dalam memlih bahan bidang studi, antara lain sebagai berikut :

  1. Bahan bidang studi yang diajarkan adalah bersifat fundamental
  2. Bahan bidang studi yang hangat (current level)
  3. Bahan bidang studi yang selalu dihadapi berulang-ulang oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari (persisten life situation)
  4. Bahan bidang studi yang mengandung unsur pemecahan masalah
  5. Bahan bidang studi yang praktis

Untuk mewujudkan seperangkat pengalaman belajar, seorang guru perlu mengambil keputusan-keputusan tentang apa dan bagaimana pengalaman belajar yang dimaksud akan diwujudkan, berdasarkan analisis-situasi, antara lain berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, bahan yang akan disampaikan, waktu serta fasilitas yang tersedia dan perilaku bawaan (entry behavior) para siswa sehingga tersusunlah suatu rencana persiapan mengajar. Keputusan yang diambil guru ketika merancang semua ini disebut keputusan situasional.

Keputusan yang bersifat transaksional ini memerlukan penyesuaian-penyesuaian berdasarkan umpan balik yang diperoleh guru dari interaksinya dengan siswa maupun interaksi antarsiswa, sementara kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar seorang guru membuat perencanaan pengajaran yang bersifat situasional berdasarkan :

  1. identifikasi kebutuhan-kebutuhan dan minat-minat siswa
  2. tujuan-tujuan performan siswa
  3. karakteristik materi
  4. ketersediaan fasilitas, ruang dan waktu, serta
  5. kemampuan guru sendiri

keputusan situasional berkaitan dengan pembuatan keputusan yang dibuat oleh guru sebelum pelajaran dumulai sedangkan keputusan transaksional lebih menekankan pada tindakan selama pelajaran berlangsung yang merupakan penyesuaian terhadap situasi yang muncul dalam PBM dengan mengaitkan pada persiapan pelajaran yang telah dibuat oleh guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *