Sayangi Buah Hati Kita
Sayangi Buah Hati Kita

Hati-Hati dengan Perilakumu, Wahai Orang Tua

Posted on

Hati-hati dengan perilaku Kita ( Orang Tua )

Manusia memang di berikan emosi oleh sang pencipta untuk mengekspresikan diri ketika menjalani hidup ini. emosi manusia memang berbagai macam serta mengekspresikannya juga berbeda-beda oleh karena itu kita harus mengaturnya dengan baik agar tidak menjadi sesuatu yang kurang baik buat kita dan buat orang di sekitar kita.

Sebagai Orang Tua di haruskan lebih berhati-hati dengan emosiĀ  yang kita punya, apalagi ketika sekarang kita mempunyai Sang Buah Hati. Karena Emosi kita secara tidak langsung akan mempengaruhi Sisi Emosional Sang Buah hati juga. Buah Hati kita akan selalu merekam semua aktifitas dari orang lain secara mendetail dan akurat. Daya ingat anak juga sangat tajam didalam melihat sesuatu.

Berhati-hatilah Orang tua dengan Perilakumu!!!.

Perilaku yang perlu kita perhatikan adalah :

  • Mengancam

Pada Hakikatnya Kita sebagai orang tua harusnnya menyayangi sang buah hati dengan kasih sayang yang tulus tetapi pada realitanya kita sebagai orang tua kadang kala juga sangat jengkel atau marah dengan buah hati kita kemudian kita mengeluarkan kalimat dengan nada yang mengancam dengan diiringi tatapan wajah yang sangat menyeramkan. dimana seharusnya kita tidak boleh mengeluarkan nada yang mengancam seharusnya kita mengeluarkan nada yang lemah lembut dan tatapan wajah yang ramah.

  • Emosional

Sang Buah Hati kita selalu merekam dan merekam dari aktifitas kita. Ketika kita Emosional dan cenderung suka marah kepada sang buah hati kita, semua ini akan membuat anak kita berfikir bahwasanya merekalah yang mengakibatkan kesalahan yang terjadi sehingga cenderung mereka menjadi murung.

  • Berbohong

Berbohong sangat kurang baik buat perkembangan dari sang buah hati meskipun kebohongan itu untuk kebaikan. Kebaikan yang kita inginkan tidak sama penerimaannya dengan buah hati kita. kita berfikir bahwasannya kebohongan kita untuk kebaikan sedangkan sang buah hati kita merekamnya sebagai berbohong untuk mencapai tujuan atau berbohong itu di perbolehkan.

  • Predikat Yang Buruk

Kita Sebagai Orang Tua kadangkala juga berlaku tidak adil dengan Buah Hati Kita, Kenapa seperti itu ?. Apakah kita sering memarahi buah hati kita ketika mereka melakukan kesalahan ?. itu pertanyaan yang simple dan jawabannya juga dominan dengan kata ” YA “. kemudian pertanyaan berikutnya adalah Apakah Kita sering memberikan Pujian atau Predikat Baik kepada Buah hati kita melakukan sesuatu yang baik ?. dan jawaban yang sering terlontar adalah ” TIDAK “. Kenapa seperti itu ?. Karena kadangkala ketika melihat sesuatu yang dilakukan Buah Hati kita adalah sesuatu yang baik, kita menganggapnya sesuatu yang biasa. Kita Lebih sering memberikan predikat yang buruk dibandingkan dengan yang jelek.

  • Rahasia

” Dik, Kamu jangan bilang Mama kalau di ajak pergi ayah memancing “. atau ” Dik, Jangan bilang papa kalau bunda ajak ke Mall. Nanti mama beliin Es Krim “. Pernah gak kejadian seperti ini didalam kehidupan kita atau kejadian lain yang mirip dengan kronologis di atas. Rahasia, itulah kata kuncinya secara tidak langsung kita sebagai orang tua mengajarkan buah hati kita untuk bermain rahasia-rahasiaan. Buah hati kita akan mengingat kejadian tersebut sebagai kejadian yang sangat baik kalau kita bermain rahasia. oleh karena itu usahakan jangan bermain rahasia tetapi bermainlah dengan kejujuran agar anak kita merekam kejadian itu sehingga mereka juga akan bersikap jujur.

  • Up to date dengan smartphone

Perkembangan Dunia teknologi juga mempunyai efek untuk perkembangan dari sang buah hati. perkembangan teknologi yang di wakili dengan perkembangan smartphone. itu sudah cukup membuat perubahan kehidupan sosial dari masyarakat. Seringkali kita selalu memainkan smartphone kita di depan buah hati serta kadangkala banyak orang tua yang melalaikan tugas atau kegiatan rumah demi smartphonenya ( Efek Smartphone ). hal seperti ini juga di ingat oleh anak kita dan ketika tidak ada perubahan dengan apa yang kita lakukan maka akan berakibat kurang baik di masa depan.

Berhati-hatilah wahai Orang Tua, Berhati-hatilah dengan sikap kita. Kita Mencari Uang, memberikan makan, memberikan pembelajaran dll. apa yang kita harapkan ?. Buah hati kita menjadi Anak berkualitas dan baik. Apakah Harapan itu akan kita hancurkan sendiri dengan Perilaku kita. sebaiknya kita harus memperbaiki diri kita dulu agar harapan tersebut dapat di capai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *