Great Person in great activity
Great Person in great activity

HAKIKAT KELUARBIASAAAN Part 1 : Definisi Keluar Biasaan

Posted on

HAKIKAT KELUARBIASAAAN

  • DEFINISI DAN JENIS KELUARBIASAAN

Keluarbiasaan merupakan kata benda yang berasal dari kata sifat luar biasa, yang dapat disejajarkan dengan kata exceptional  dalam bahasa inggris.

Secara harfiah keluarbiasaan berarti menggambarkan sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang luar biasa dapat berupa sesuatu yang sangat positif atau sebaliknya sesuatu yang negatif. Sejalan dengan inilah istilah keluarbiasaan digunakan dalam pendidikan luar biasa ( PLB ).

Anak Luar Biasa ( ALB ) adalah anak yang mempunyai sesuatu yang luar biasa yang secara signifikan membedakannya dengan anak – anak seusia pada umumnya. Keluarbiasaan pada mereka bisa positif maupun negatif. Oleh karena itu keluarbiasaan dapat berrada diatas rata –rata anak normal, dapat pula berada dibawah rata – rata anak normal. Oleh karena itu jika kita berbicara tentang anak luar biasa maka yang kita maksud bukan hanya anak –anak bukan hanya anak – anak yang mempunyai kekurangan tetapi juga anak – anak yang mempunyai kelebihan.

Pada anak luar biasa, kekurangan atau kelebihan aytau yang menunjukkan perbedaan yang jelas dengan anak normalpada umumnya.selanjutnya keluarbiasaan atau penyimpangan tersebut berpengaruh terhadap layanan pendidikan agar anak tetap dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

  • JENIS – JENIS KELUARBIASAAN

Jenis keluarbiasaan dapat dilihat dari bidang yang mengalami penyimpangan dan dapat pula dilihat dari arah penyimpangan. Bidang penyimpangan berkaitan dengan aspek dan / atau penyebab terjadinya penyimpangan sedangkan arah penyimpangan mengacu pada arah yang berawal dari kondisi normal ( Keatas ataupun kebawah )

Kategori keluarbiasaan berdasarkan jenis penyimpangan,  menurut Mulyono Abdulrachma( 2000) dibuat untuk keperluan pendidikan.

  1. Kelompok yang mengalami penyimpangan dalam bidang intelektual terdiri dari anak yang luar biasa cerdas ( Intelectually Superior ) dan anak – anak yang tingkat kecerdasannya rendah atau yang disebut tuna grahita.
  2. Kelompok yang mengalami penyimpangan yang terjadi karena hambatan sensoris atau indra, terdiri dari anak tuna netra dan tuna rungu.
  3. Kelompok anaka yang mendapat kesulitan belajar dan gangguan komunikasi
  4. Kelompok yang mengalami penyimpangan dalam perilaku yang terdiri dari anak tuna laras dan penyandang gangguan emosi.
  5. Kelompok anak yang mempunyai keluarbiasaan / penyimpangan ganda atau berat dan sering disebut sebagai tuna ganda.

Dilihat dari arah penyimpangannya jenis keluarbiasaan dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu :

  1. Keluarbiasaan diatas normal
  2. Keluarbiasaan dibawah normal

Keluarbiasaan diatas normal sering disebut anak berbakat dimana mereka dijadikan satu komunitas untuk dapat diberikan pelayanan yang sesuai.

Keluarbiasaan dibawah normal dikenal dengan berbagai istilah karena memang kondisi keluarbiasaan dibawah normal sangat beragam.

Jenis – jenis keluar biasaan dibawah normal :

  1. Tuna Netra
  2. Tuna Rungu
  3. Gangguan Komunikasi
  4. Tuna Grahita
  5. Tuna Daksa
  6. Tuna Laras
  7. Berkesulitan Belajar, dan
  8. Tuna Ganda
  • Tuna Netra

Tuna netra berarti kurang penglihatan, istilah ini dipakai untuk mereka yang mengalami gangguan penglihatan yang mengakibatkan fungsi penglihatan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penyandang tunanetra menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan mereka yang penglihatannya berfungsi secara normal.

  • Tuna Rungu

Istilah ini dipakai untuk mereka yang mengalami gangguan pendengaran mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Gangguan ini dapat terjadi sejak lahir ( merupakan bawaan ) dapat juga terjadi setelah kelahiran.Istilah lain untuk menggambarkan anak yang mengalami gangguan pendengaran adalah tuli

  • Gangguan Komunikasi

Gangguan Komunikasi atau dalam bahasa inggris disebut Communication Disorder merupakan gangguan yang cukup signifikan karena kemampuan berkomunikasi memungkinkan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain.

Secara garis besar gangguan  komunikasi dibagi menjadi dua yaitu gangguan bicara ( karena kerusakan organ bicara ) dan gangguan bahasa ( Speech disorder dan language disorder )

  • Tuna Grahita

Tuna Grahita atau sering dikenal dengan cacat mental adalah kemampuan mental yang berada dibawah normal. Tolok ukur yang sering dikenakan untuk ini adalah taingkat kecerdasan atau IQ. Anak yang mempunyai IQ dibawah normal dikelompokkan sebagai anak tunagrahita. Tunagrahita juga dikelompokkan menjadi tunagrahita ringan, sedang, dan berat.

  • Tuna Daksa

Tuna daksa secara harfiah berarti cacat fisik. Oleh karena  kecacatan ini anak tersebut tidak dapat menjalankan fungsi fisik secara normal

  • Tuna Laras

Istilah tuna laras digunakan sebagai padanan dari istilah behavior disorder dalam bahasa inggris. Kelompok tunalaras sering juga dikelompokkan dengan anak yang mengalami gangguan emosi  ( Emotionally Disturbance ). Gangguan yang muncul pada anak – anak ini berupa gangguan perilaku.

  • Berkesulitan Belajar, dan

Anak berkesulitan belajar merupakan anak –anak yang mendapat kesulitan belajar bukan karena kelainan yang dideritannya. Anak – anak ini pada umumnya mempunyai tingkat kecerdasan yang normal tetapi tidak mampu mencapai prestasi yang seharusnya karena mendapat kesulitan belajar. Anak – anak yang mengalami kesulitan belajar tidak mudah untuk diidentifikasi dan paling banyak terdapat pada anak – anak yang bersekolah di sekolah biasa.

  • Tuna Ganda

Sesuai dengan istilah tunaganda, kelompok penyandang tunaganda adalah mereka yang me nyandang lebih dari satu jenis keluarbiasaan . misal Tuna netra dan tuna rungu, tuna grahita dengan tuna laras dll..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *