Definisi Pendidikan
Definisi Pendidikan

Definisi Pendidikan

Posted on

Definisi Pendidikan

 Manusia yang beradab setidak-tidaknya memiliki common sense tentang pendidikan bahwa pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan manusia dalam seluruh aspek kepribadian dan kehidupannya.

Pendidikan memiliki kekuatan (pengaruh) yang dinamis dalam kehidupan manusia di masa depan. Pendidikan dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal, yaitu pengembangan potensi individual yang setinggi-tingginya dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual, sesuai dengan tahap perkembangan serta karakteristik lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya dimana dia hidup. Persoalannya apakah yang dimaksud dengan pendidikan?

Pendidikan merupakan suatu fenomena manusia yang sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu makan pendidikan dapat dilihat dan dijelaskan dari berbagai sudut pandang,seperti dari sudut pandang psikologi, sosiologi dan antropologi, ekonomi, politik, komunikasi dan sebagainya.

Salah satu pengertian yang sangat umum dikemukakan oleh Driyarkara (1980) yang menyatajan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf inssani harus diwujudkan di dalam seluruh proses atau upaya pendidikan.

Pengertian lain, dikemukakan dalam Dictionary of Education bahwa pendidikan ialah :

  1. proses, dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat, dimana dia hidup
  2. proses sosial, dimana seseorang diharapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah) sehingga ia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemammpuan individu yang optium.

Pendapat G. Thompson (1957) yang menyatakan bahwa pengaruh atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap di dalam kebiasaan-kebiasaan, pemikiran, sikap-sikap, dan tingkah laku. Sejalan dengan pandangan tersebut, Crow and Crow (1960) mengemukakan :”harus diyakini bahwa fungsi utama pendidikan adalah bimbingan yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya sehingga dia memperoleh kepuasan dalam seluruh aspek kehidupan pribadi dan kehidupan sosialnya.

Beberapa ciri atau unsur umum dalam pendidikan, yaitu :

  1. pendidikan harus memiliki tujuan, yang pada hakikatnya adalah pengembangan potensi individu yang bermanfaat bagi kehidupan pribadinya maupun bagi warga negara atau masyarakat lainnya
  2. untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan perlu melakukan upaya yang disengaja dan terencana yang meliputi upaya bimbingan, pengajaran dan pelatihan
  3. kegiatan tersebut harus diwujudkan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang lazim disebut dengan pendidikan formal, informal dan nonformal

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha dasar menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau bagi perannya di masa yang akan datang”.

Batasan pendidikan ini mengandung beberapa hal, yaitu :

  1. pendidikan itu merupakan usaha dasar, artinya mendidik bukan merupakan tindakan yang bersifat refleks atau spontan tanpa tujuan yang jelas, melainkan merupakan tindakan yang rasional, disengaja, disiapkan, direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. pendidikan diwujudkan melalui tiga upaya dasar, yaitu bimbingan pengajaran dan latihan
  3. bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan serta dalam kehidupannya di masa yang akan datang.

Tilaar (1999:28) merumuskan hakikat pendidikan sebagai suatu usaha proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat, membudaya, dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal, masional, dan global.

Rumusan hakikat pendidikan tersebut memiliki komponen-komponen sebagai berikut :

  1. pendidikan merupakan proses perkembangan
  2. proses pendidikan berarti meumbuhkembangkan eksistensi manusia
  3. eksistensi manusia yang memasyarakat
  4. proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensi waktu dan ruang.

Sekolah Dasar (SD), menurut Waini Rasyidi (1993) pada hakikatnya merupakan satuan unit lembaga sosial (social institution) yang diberi amanah atau tugas khusus (spesific task) oleh masayarakat untuk menyelenggarakan pendidikan dasar secara sistematis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *