Definisi Pendidikan
Definisi Pendidikan

Definisi Pendidikan 2 : Tujuan dan Fungsi Pendidikan SD

Posted on

Tujuan dan Fungsi Pendidikan SD

  • Tujuan Pendidikan SD

Tujuan pendidikan merupakan gambaran kondisi akhir atau nilai-nilai yang ingin dicapai dari suatu proses pendidikan. Setiap tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu : (1) menggambarkan tentang kondisi akhir yang ingin dicapai (2) memberikan arah dan cara bagi semua usaha atau proses yang dilakukan.

  1. Acuan Tujuan Pendidikan SD.

Tujuan pendidikan nasional, sebagaimana yang ditetapkan dalam GBHN adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahua dan nalar, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Tujuan pendidikan dasar adalah memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagaipribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah.

  1. Tujuan Pendidikan SD

Tujuan pendidikan SD mencakup pembentukan dasar kepribadian siswa sebagai manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tingkat perkembangan dirinya; pembinaan pemahaman dasar dan seluk beluk ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai landasan untuk belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan hidup dalam masyarakat.

Sebagaimana ditetapkan di dalam di dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pendidikan dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup di dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.

Tujuan Pendidikan di SD diuraikan secara terperinci, seperti berikut :

  • memberikan bekal kemampuan membaca, menulis, dan berhitung

Said Hamid Hasan (1989) mengemukakan bahwa ketrampilan dasar yang diakui secara universal adalah membaca, menulis, dan berhitung. Ketrampilan dasar ini diperlukan dan harus sama baiknya untuk seseorang yang akan bekerja maupun untuk mereka yang akan melanjutkan studi.

  • memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang bernmanfaat bagi siswa sesuai

Ketrampilan dasar yang bermanfaat dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak SD ini sangat banyak, meliputi pengetahuan da ketrampilan intelektual, sosial dan personal. Menurut Ahman (2000) tujuan pendidikan SD tidak lagi menyiapkan siswa untuk terjun ke masyarakat melainkan menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTP.

  • mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan di SLTP

tepat sekali pendapat Rochman Natawidjaja (1989), yang menyatakan bahwa program pendidikan di SD perlu lebih ditekankan pada segi pendidikan daripada pengajaran dalam rangka pembentukan landasan kepribadian yang kuat.

  • Fungsi Pendidikan SD

Pendidikan SD tidak menjalankan fungsi terminal melainkan menjalankan fungsi transisional. Artinya, bagi setiap anak usia sekolah (6-13 tahun), menamatkan pendidikan di SD bukan lagi sebagai kondisi akhir dari pendidikan formal yang diharapkan melainkan sebagai tujuan antara karena setelah itu semua pihak harus membantu individu tamatan SD untuk melanjutkan pendidikan di SLTP atau yang sederajat.

Fungsi yang sangat mendasar dan menonjol dari pendidikan SD adalah fungsi edukatif, daripada fungsi pengajaran, dimana upaya bimbingan dan pembelajaran diorientasikan pada pembentukan landasan kepribadian yang kuat.

Fungsi pengembangan dan peningkatan merupakan penjabaran dari fungsi edukatif yang harus dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan.

Menurut Sunaryo Kartadinata (1996) Perkembangan siswa secara optimal harus menjadi tujuan pembelajaran.

Umar Tirtarahardja dan La Sula (1995) mengemukakan fungsi pendidikan sebagai berikut :

  1. proses transformasi budaya, pendidikan dalam hal ini berfungsi untuk mewariskan budaya dari generasi ke generasi berikutnya
  2. proses pembentukan pribadi, pendidikan merupakan upaya yang sistematis untuk membentuk dan meningkatkan kualitas kepribadian individu. Karakteristik kepribadian yang kreatif, mandiri, tanggung jawab, ulet dan tekun merupakan sifat-sifat yang dituju dari fungsi ini.
  3. Proses penyiapan warga negara, pendidikan berupaya untuk membentuk siswa agar menjadi warga negara yang baik, sesuai dengan tujuan dan falsafah Bangsa, mengetahui dan mampu menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara sesuai dengan perundang-undangan dan hukum yang berlaku.
  4. Proses penyiapan tenaga kerja, pendidikan berupaya memberi berbagai kemampuan, sikap serta ketrampilan kepada siswa untuk menjadi manusia yang produktif bagi kehidupan dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya

Abin Syamsudin Makmun (1996) mengemukakan implikasinya bagi tugas dan peran yang harus dijalankan oleh guru harus berperan sebagai berikut :

  1. konservator (pemelihara)
  2. transmitir (penerus)
  3. transformator (penerjemah)
  4. organisator (penyelenggara)

Prinsip-prinsip Pendidikan di SD

 Abin Syamsudin Makmun (1996) yang menyatakan bahwa prinsip dan hukum-hukum perkembangan individu harus menjadi titik tolak pendidikan, mengingat setiap pendidikan dan proses pembelajaran pada khususnya akan selalu berhadapan dengan individu manusia yang sedang berkembang.

Prinsip-prinsip Perkembangan adalah sebagai berikut :

  1. Perkembangan adalah proses yang tak pernah berfikir, oleh karena itu pendidikan atau belajar merupakan proses sepanjang hayat
  2. Setiap anak bersifat individual dan berkembang dalam percepatan individual
  3. Semua aspek perkembangan saling berkaitan
  4. Perkembangan itu terarah dan dapat diramalkan

Prinsip-prinsip pembelajaran di SD, yaitu proses pembelajaran di SD harus bersifat terpadu dengan perkembangan siswa, baik perkembangan fisik, kognitif, sosial, moral maupun emosional. Artinya pengembangan bahan ajar dan proses pembelajaran di SD harus bertitik tolak dari prinsip ketercernaan bagi peserta didik.

Uraian tentang prinsip-prinsip pendidikan berikut ini disarikan dari pendapat Sunaryo Kartadinata (1996:68-71).

Dari aspek keterpaduan perkembangan dan belajar, prinsip-prinsip pendidikan adalah sebagai berikut ini

  1. Guru sekolah dasar harus selalu peduli dan memahami anak sebagai keseluruhan
  2. Kurikulum dan proses pembelajaran di SD harus bersifat terpadu

Aspek keterpaduan di atas meliputi tiga sub-aspek dan setiap aspeknya memiliki prinsip tersendiri. Ketiga aspek itu adalah (1) aspek perkembangan fisik (2) aspek perkembangan kognitif (3) aspek perkembangan sosio-emosional dan moral.

Dari aspek perkembangan kognitif, prinsip praktis bagi anak usia sekolah dasar adalah sebagai berikut  :

  1. kurikulum atau proses pembelajaran harus menyajikan bahan ajaran yang sepadan dengan perkembangan anak yang memungkinkan mereka melakukan eksplorasi, berfikir, dan memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak lain dan orang dewasa
  2. prinsip praktis yang relevan dengan pembelajaran ialah bahwa anak usia sekolah dasar harus diberi kesempatan untuk bekerja dalam kelompok kecil, dan guru menciptakan kemudahan diskusi diantara anak dengan jalan memberikan komentar dan dukungan atas pendapat dan gagasan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *